2 hari lalu, ketika sedang blog walking, saya menemukan sebuah situs yang menampilkan perform seorang gitaris yang namanya kurang begitu familiar. Karena penasaran, saya bermaksud melihat permainan gitaris kalem ini. Ternyata, degup jantung saya berdetak begitu kencang setelah melihat jurus-jurus ampuhnya. Keren! Seorang legatonian beraliran fusion. Setelah sebelumnya saya terkagum-kagum dengan gitaris fusion misterius Marshall Harrison yang seorang Holdsworthian tulen, saya kemudian dibuat kagum oleh sosok yang baru saja kukenal tersebut. Akhirnya, tanpa pikir panjang langsung saya cari banyak sumber yang bisa saya gali untuk menemukan jati diri gitaris Inggris yang bernama Tom Quayle ini. Posting saya kali ini, tidak bermaksud untuk mendoktrinasi permainan legato anda, namun hanya sekedar memberi alternatif referensi baru yang mungkin bisa membantu mengembangkan permainan gitar kita. Oke, penasaran? Mari kita lihat biografi master satu ini.
Tom Quayle dilahirkan dari keluarga musisi di tahun 1980 pada tahun1980 di Bristol, Inggris. Orang tuanya adalah musisi folk dan blues. Dan adalah ayahnya yang menginspirasi Tom untuk memegang gitar di usia 15 tahun. Ayahnya adalah seorang finger-style guitarist dan setelah berjam-jam duduk di folk club mendengarkan orang tuanya bermain Tom memutuskan untuk mengikuti jejak idola masa kecilnya ini menjadi gitaris.
Tom Quayle dilahirkan dari keluarga musisi di tahun 1980 pada tahun1980 di Bristol, Inggris. Orang tuanya adalah musisi folk dan blues. Dan adalah ayahnya yang menginspirasi Tom untuk memegang gitar di usia 15 tahun. Ayahnya adalah seorang finger-style guitarist dan setelah berjam-jam duduk di folk club mendengarkan orang tuanya bermain Tom memutuskan untuk mengikuti jejak idola masa kecilnya ini menjadi gitaris.
Tom kemudian berlatih keras dan mengembangkan permainannya. Majalah Guitar Techniques banyak berperan membantu Tom meningkatkan skill dalam mempelajari solo gitar dan konsep musik gitaris dunia seperti Brett Garsed, Greg Howe, Steve Vai, Guthrie Govan dan Shaun Baxter.
Setelah 3 tahun belajar otodidak, Tom terkesima melihat lessons dari gitaris besar sekaligus dosen di Leeds, Graham Young. Sosok inilah yang menginspirasi Tom untuk mendalami fusion dan jazz. Ia juga menyetel gitarnya di tune E A D G C F, yang membuat permainannya terkonsep lebih bebas dan simetris di fretboard. Inilah yang membuat Tom akhirnya belajar musik habis-habisan di jurusan Jazz Studies, Leeds College of Music selama 3 tahun. Di masa ini dia memanfaatkan seluruh waktunya untuk mempelajari fretboard anatomy dan memperdalam jazz harmony.
Setelah 3 tahun belajar otodidak, Tom terkesima melihat lessons dari gitaris besar sekaligus dosen di Leeds, Graham Young. Sosok inilah yang menginspirasi Tom untuk mendalami fusion dan jazz. Ia juga menyetel gitarnya di tune E A D G C F, yang membuat permainannya terkonsep lebih bebas dan simetris di fretboard. Inilah yang membuat Tom akhirnya belajar musik habis-habisan di jurusan Jazz Studies, Leeds College of Music selama 3 tahun. Di masa ini dia memanfaatkan seluruh waktunya untuk mempelajari fretboard anatomy dan memperdalam jazz harmony.
Setelah lulus, Tom sering melakukan pergelaran dan mengajar musik sebagai seorang gitaris modern jazz. Tom mengembangkan sendiri teknik legato dan hybrid picking style nya.
Pada tahun 2008, karir musik Tom semakin menanjak setelah menyabet best performance di Guitar Idol 2008 yang merupakan rangkaian dari London Guitar Show di panggung utama gedung Excel Centre. Semenjak prestasinya itu, nama Tom semakin dikenal luas. Apalagi kehadirannya di Youtube yang hingga kini telah mencapai puluhan ribu viewer, kemudian Tom juga melakukan endorsement dengan Suhr Guitars dan Toadworks USA pedals. Selain itu Tom juga semakin dikenal setelah performancenya di Frankfurt Musikmesse dan NAMM show di LA, yang dilanjutkan dengan demo produk untuk Fibenare guitars, Suhr Guitars dan Toadworks pedals. Di tahun 2009 Tom menjadi bintang tamu di Nashville bass player, yang merupakan peluncuran album solo Adam Nitti, "Liminal" dimana Tom disana disejajarkan dengan musisi-musisi besar seperti Marcus Finnie, Marco Sfogli, Shane Theriot dan Alex Argento.
Di beberapa bulan terakhir ini, Tom berkolaborasi dengan Rick Graham untuk melakukan 3 Day Workshop dan materi pengembangan skill di Inggris dan Amerika. Tom juga menjadi instruktur untuk Lick Library yang memproduksi video-video lesson yang bermaterikan konsep improvisasi gitar fusion. Selain itu, Tom juga memberi banyak lessons dengan class member dari seluruh dunia via Skype.
Kabar terakhir, Tom Quayle sedang mempersiapkan debut album yang akan dirilis menjelang musim panas di tahun 2011 ini. Jika ingin mengunjungi dan mengikuti lesson-lesson kreatifnya, silahkan berkunjung ke situsnya ini; Tom Quayle site.
Di beberapa bulan terakhir ini, Tom berkolaborasi dengan Rick Graham untuk melakukan 3 Day Workshop dan materi pengembangan skill di Inggris dan Amerika. Tom juga menjadi instruktur untuk Lick Library yang memproduksi video-video lesson yang bermaterikan konsep improvisasi gitar fusion. Selain itu, Tom juga memberi banyak lessons dengan class member dari seluruh dunia via Skype.
Kabar terakhir, Tom Quayle sedang mempersiapkan debut album yang akan dirilis menjelang musim panas di tahun 2011 ini. Jika ingin mengunjungi dan mengikuti lesson-lesson kreatifnya, silahkan berkunjung ke situsnya ini; Tom Quayle site.








0 comments:
Post a Comment
Bantu saya mengembangkan konten dengan ide dan opini anda. Terima kasih.